SANDI TUNDA BANGUN STADION, JKT 58 BUNGKAM, SURGA JANJINYA, TERTIPU WARGANYA!

SANDI TUNDA BANGUN STADION, JKT 58 BUNGKAM, SURGA JANJINYA, TERTIPU WARGANYA!

SANDI TUNDA BANGUN STADION, JKT 58 BUNGKAM, SURGA JANJINYA, TERTIPU WARGANYA!

Warga Jakarta harus menelan lagi janji manis yang tidak jadi direalisasikan dalam waktu dekat oleh Anies Sandi. Di dalam masa kampanye, Anies Sandi pun meraup suara para penyuka sepak bola dengan janjinya yang manis. Salah satu program utama dari Anies Sandi.

Kampanye yang manis ini menjadi sebuah kampanye yang sepertinya meyakinkan. Meyakinkan orang dengan janji kerja dan hasil kerja yang akan disiapkan, menjadi ciri khas dari Anies Sandi. Lihat saja dengan program-program rumah DP nol, pembangunan tata kota tanpa gusur, dan salah satunya stadion BMW.

“Jadi salah satu program utama kita adalah membangun stadion untuk Persija dan rancangannya sudah disiapkan. Ada di website kita, Anda bisa lihat rancangannya di sana. Insya Allah akan dikerjakan dengan pola partnership kemitraan antara pemerintah dan swasta. Tapi nggak tahun ini, karena baru dilantik kan Oktober… Aspirasi ini kuat sekali dan berkali-kali tidak tertuntaskan. Kami yakin dengan pendekatan kemitraan antara private sector dan pemerintah akan membangunnya jauh lebih mudah…Wah kemarin kan kita fokus Pilkada. Kalau ditanya persentase (pembiayaan), belum lah. Pilkada saja baru selesai tiga hari. Rancangannya sudah ada. Tapi kami ingin menunggu sampai penetapan KPUD. Patutnya begitu karena ini kita lagi ngomong bersama Persija. Saya ingin sampaikan ya itu termasuk program kita…” kata Anies.

Bahkan menurut Sandiaga Uno, ia memimpikan dan menjanjikan rumput stadion seperti yang ada di Manchester United, yakni stadion Old Trafford yang sangat modern. Tempat duduk yang seperti di stadion Jerman, entah tempat duduk seperti apa. Dengan janji stadion yang paling modern.

Sandiaga Uno pun bicara besar, bahwa ia bisa menyiapkan ratusan juta dolar, yang nilainya ratusan miliar, atau bahkan nilainya triliun. Pemprov DKI Jakarta menurutnya, bisa membangun stadion yang mewah dan modern. Ini adalah janji manis. Jika sudah dijanjikan surga, rasanya hidup menuju surga pun tentu enak-enak saja bukan? Simak kalimat Sandiaga Uno selengkapnya mengenai mimpi yang ia akan realisasi untuk warga Jakarta.

“Rumputnya sepeti yang di Manchester United, tempat duduk seperti stadion yang di Jerman… Insya Allah, stadion paling modern… Kami mestinya bisa menyiapkan ratusan juta dolar, itu bisa kami siapkan… Kita akan gabungkan dalam pola kemitraan ini yang berbeda dengan pendekatan yang sebelumnya, sebelumnya semua dibangun Pemprov. Kalau saya enggak, saya kemitraan yang win-win. Kemitraan dunia usaha, dan kemitraan Pemprov, masyarakat yang win-win. Jadi stadion bersama, pada suatu saat akan go public” kata Sandiaga, di lapangan futsal di Cakung, Kamis (17/11/2016).

Namun bagaimana dengan realisasinya setelah mereka sudah terpilih menjadi pemimpin DKI Jakarta? Rasanya apa yang dikatakan di atas dimentahkan dengan statement Sandiaga Uno yang rasanya mulai sok berpihak kepada warga termarginalkan. Bau kentut sudah mulai tercium, bahkan cairan-cairan kepalsuan sudah mulai merembes ke celana saya, melihat bagaimana cara Sandiaga berdalih.

Memangnya stadion itu untuk warga kaya? Bukankah stadion itu digunakan untuk warga miskin juga? Mengapa Sandiaga Uno seolah melakukan dikotomi antara warga miskin alias marginal, dengan pembangunan stadion BMW? Sebaiknya Sandiaga Uno mengaku saja bahwa dirinya menjilat ludah yang sudah dibuangnya pada masa kampanye.

“Mohon dilihat di KPBU-nya ada sekitar 2 sampai 5 persen dari perkiraan total estimasi biaya yang harus disediakan biaya oleh Pemprov DKI untuk menyiapkan final business case. Itu yang kita anggarkan. Nanti akan masuk melibatkan pemerintah pusat juga… (Dana yang dibutuhkan) bisa nyampe Rp 2 triliun, mendingan kami fokusin buat warga masyarakat yang termarginalkan, warga masyarakat yang selama ini belum tersentuh… Sekarang aja begitu kami mau launching, sudah banyak yang tertarik, mau masuk bekerja sama dengan pemerintah…” ujar Sandi di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (27/11/2017). SUMBER

Sebenarnya saya hanya kasihan kepada 58% warga Jakarta yang memilih Anies Sandi. Tidak masuk akal jika sudah dijanjikan surga, namun perjalanan menuju surga itu penuh dengan tipu-tipu, intrik politik, dan bualan-bualan kosong? Ada tulisan yang sempat saya anggap cukup kasar, namun perlahan namun pasti, saya menjadi percaya. Kerongkongan mereka seperti kubur yang ternganga (terbuka), lidah mereka merayu-rayu, bibir mereka mengandung bisa.

Alkitab di dalam Roma 3:13 menjadi sebuah bentuk yang paling ultimat, dalam menjelaskan bagaimana seorang yang tidak benar menjalankan hidup mereka yang menyedihkan tanpa mengenal kebenaran. Penyelewengan yang dilakukan orang-orang yang jauh dari Tuhan, menjadi sebuah bentuk yang harus disadari.

Apakah “maju kotanya, bahagia warganya” menjadi slogan yang masih relevan? Jawabannya sudah jelas. Slogan tersebut ternyata hanya slogan yang mengawan, tidak nyata.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*