PKB Ancam Tak Capreskan Jokowi

Laju Berita – PKB melalui wakil sekretaris jenderal Maman Imanulhaq mengancam tak akan kembali mencapreskan Joko Widodo di Pilpres 2019 mendatang gara-gara kebijakan sekolah 8 jam 5 hari. Sebagai sesama partai koalisi, PPP menyebut langkah PKB kejauhan.

Sekjen PPP Arsul Sani mengatakan PPP juga keberatan dengan kebijakan sekolah 5 jam dari Senin-Jumat yang dikeluarkan Mendikbud Muhadjir Effendy. Namun, alangkah baiknya jika PKB tak main ancam seperti itu meski tegas menolak kebijakan tersebut.

Bagi PPP, terlalu jauh kalau untuk menyelesaikan soal kebijakan 5 hari sekolah ini harus dengan mengancam pencapresan Pak Jokowi di Pilpres 2019. Posisi PPP juga berkeberatan dan menolak kebijakan 5 hari sekolah diterapkan secara nasional tanpa melihat kearifan-kearifan lokal di masing-masing daerah, kata Arsul, Selasa.

Arsul memberi saran dan solusi kepada PKB jika memang sangat keberatan dengan aturan yang diterapkan Muhadjir lewat Permendikbud 23/2017 itu. Menurutnya, PKB dapat menemui Jokowi secara langsung untuk menyampaikan protes mereka.

Cara menyelesaikan adalah dengan menyampaikan langsung kepada Presiden Jokowi soal meluasnya penolakan kebijakan tersebut di banyak elemen masyarakat dan organisasi Islam.

PPP punya cara sendiri untuk menyuarakan penolakan sekolah 5 hari 8 jam ini. Cara ini mungkin dapat ditiru PKB. Arsul mengatakan PKB sebaiknya jangan main ancam begitu.

PPP bahkan membuka Posko Pengaduan Sekolah Lima Hari untuk memastikan bahwa penolakan itu memang suara masyarakat pengasuh lembaga pendidikan keagamaan seperti Madrasah Diniyah, TPQ, pondok pesantren dan sebagainya.

Namun langsung mem-bargain-kan soal kebijakan ini dengan pencapresan kembali Pak Jokowi terlalu berlebihan. Kami yakin Pak Jokowi mendengarkan keberatan tersebut tanpa harus diancam-ancam, anggota Komisi III ini.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*