Pidato Viktor Laiskodat Menjijikkan dan Fitnah

Laju Berita – Presiden PKS Sohibul Imam mengkritik pidato Ketua Fraksi NasDem Viktor Laiskodat yang isinya menuduh PKS mendukung gerakan khilafah di Indonesia. Menurutnya, pidato Viktor menjijikkan karena bernada provokatif.

Jika video itu benar, tentu sangat disayangkan seorang elite nasional membuat pernyataan menjijikkan, provokatif, dan permusuhan dan fitnah, ujar Sohibul.

Sohibul meminta Viktor untuk diproses hukum. Bahkan, Sohibul menyarankan Ketua Umum NasDem Surya Paloh segera mencopot Viktor dari seluruh posisi yang dijabat di NasDem

Ini harus diproses secara hukum dan etika dengan hukuman yang berat. Bahkan, lebih dari pantas jika pimpinan partainya (Bang Surya Paloh) segera mencopot dan memberhentikan Viktor dari segala jabatan publik yang disandangnya.

Menurut Sohibul, alangkah bahayanya bila ada pemimpin seperti Viktor. Sohibul menyebut jiwa rasis yang ditunjukkan Viktor dalam pidato itu akan menular kepada masyarakat luas.

Karena pemimpin seperti ini berbahaya bagi persatuan dan kesatuan bangsa. Jangan sampai jiwa rasis dan insinuatif menyindir elite seperti ini menular kepada masyarakat luas.

Sohibul menganggap apa yang dilakukan Viktor di pidato tersebut sudah melewati batas. Dia mengimbau kepada semua elite partai untuk lebih berhati-hati dalam bicara demi menjaga keutuhan negara Indonesia.

Saya sulit membayangkan kondisi psikologis elite seperti ini. Menurut saya, ini melampaui kewajaran manusia Indonesia. Semoga ini kasus terakhir dan kita berharap semua elite mawas diri demi keutuhan negara bangsa yang kita cintai. Aamiin.

Berpidato dalam suatu acara di NTT, Viktor bicara soal partai-partai politik yang dituduhnya pro-khilafah dan intoleran. Gerindra dkk disebut Viktor mendukung gerakan kekhilafaan.

Sebagian kelompok ini yang hari ini mau bikin negara khilafah. Dan celakanya, partai-partai pendukungnya itu ada di NTT juga. Yang dukung supaya ini kelompok ini ekstremis ini tumbuh di NTT, partai nomor satu Gerindra. Partai nomor dua itu namanya Demokrat. Partai nomor tiga namanya PKS. Partai nomor empat namanya PAN. Situasi nasional ini partai mendukung para kaum intoleran, kata Viktor yang pidatonya bercampur antara bahasa Indonesia dan bahasa daerah.

Viktor sudah dihubungi soal pidatonya tersebut, namun yang mengangkat seorang perempuan yang diduga sekretarisnya. Perempuan itu mengatakan Viktor belum bisa menerima telepon karena masih kunker di dapilnya.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*