Pembubaran Ormas Setelah HTI, Mendagri Minta Masukan Tokoh Agama

Laju Berita – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyatakan pemerintah berencana membubarkan beberapa ormas setelah Hizbut Tahrir Indonesia. Pengumuman pembubaran ormas itu akan dilakukan secara bertahap.

Namun, Tjahjo enggan menyebutkan nama ormas-ormas yang dimaksud. Bahkan, ia juga masih mengunci rapat kapan mengumumkan pembubaran Ormas itu.

Belum ada keputusan, sabar karena Ormas kecil, kata Tjahjo saat dihubungi detikcom, Jumat.

Ya belum diputuskan bersama, belum bisa saya sampaikan, sambung dia.

Menurut Tjahjo, saat ini ia membutuhkan masukan dari tokoh agama hingga intelijen mengenai ormas-ormas itu. Apalagi pihaknya juga sedang mengumpulkan bukti-bukti kegiatan Ormas itu.

Bukti ya harus dikumpulkan dari masukan daerah dari Intelijen, Kejaksaan, Kepolisian, masukan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan lain-lain. Data dari foto, video, tulisan dan lain-lain, tidak bisa data katanya. Ada proses percermatan yang tahunan, bukan dadakan perbulan begitu, ujar Tjahjo.

Kendati begitu, kata Tjahjo pemerintah tetap melindungi masyarakat yang berserikat dan berhimpun dalam membentuk Ormas. Namun Ormas itu harus mempunyai ideologi dasar negara Indonesia yakni, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945 dan NKRI.

Ormas macam-macam Ormas sosial, profesi, agama dan lain-lain. Yang penting berserikat berhimpun berkumpul membentuk ormas boleh dilindungi undang-undang, konstitusi tapi harus konsisten sebagaimana idiologi negara karena ormas tersebut kan berada di wilayah NKRI, kata dia.

Menurut Tjahjo, ormas yang akan dibubarkan tersebut tergolong kecil karena ruang lingkupnya provinsi, belum mencapai lingkup nasional, seperti HTI. Jumlah ormas yang akan dibubarkan pun tidak lebih dari 5 ormas.

Iya ini memang ada beberapa ormas kecil, tapi scope-nya provinsi. Nggak banyak di bawah 5 kok. Skalanya kecil saja, ucap Tjahjo.

Ya dia punya gerakan di lebih dari 4-5 provinsi di Jawa.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*