Minta Maaf soal Gerakan Jari ke Jaksa, Buni Yani: Saya Tertekan

Laju Berita – Buni Yani menyampaikan permohonan maaf atas gerakan jari yang dianggap jaksa sebagai penghinaan. Buni mengaku sedang dalam keadaan tertekan sehingga mudah terpancing emosinya.

 photo banner sony_zpsr5adkcro.gif

Saya menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tadi. Itu salah pengertian dengan jaksa, saya minta maaf, sama sekali nggak ada niat menghina, kata Buni dalam persidangan di Gedung Arsip, Jalan Seram, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa.

Hal itu disampaikan Buni setelah pengacaranya, Aldwin Rahadian, menyampaikan pleidoi. Buni mengaku gampang emosional.

Saya 1 tahun menjalani ini perkara, tertekan, jadi gampang emosional, kata Buni.

Saya dari hati mohon maaf, Buni menambahkan.

Sebelumnya, jaksa Irfan Wibowo berencana melaporkan Buni ke polisi dengan dugaan penghinaan dengan gerakan jari. Insiden itu terjadi ketika sidang dengan agenda pleidoi dari kubu Buni.

Bakal diproses. Kalau Anda mendapat perlakuan seperti itu, bagaimana? katanya.

Namun Irfan tidak menyebut kapan akan melaporkan Buni. Dia mengaku tengah berfokus menjalani persidangan.

Ada proses lebih lanjut, tunggu tanggal mainnyalah. Kita sidang aja ini masih berjalan, kata Irfan.

Irfan sempat memperagakan gerakan jari Buni yang disebutnya ditujukan padanya. Dia mengaku memiliki bukti rekaman.

Ada saksi juga, dua jaksa lain di sini juga lihat, ucap Irfan.

Insiden itu terjadi di tengah proses persidangan ketika pengacara Buni membacakan pleidoi. Saat itu, menurut Irfan, Buni melihat ke arahnya.

Kemudian Irfan sempat menegur Buni dengan gerakan tangan agar Buni menghadap ke majelis hakim. Setelah itu, menurut Irfan, Buni memberi gerakan jari yang dianggap Irfan hinaan.

Dia natap saya, lalu saya sampaikan fokus persidangan dengan gerakan tangan saya. Dia natap lagi, kemudian secara tiba-tiba mengacungkan jari, kata Irfan sembari menirukan gerakan jari Buni.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*