Kasus Video Pemukulan Oknum Terhadap Polantas, Serda Wira Saat Ini Sudah Mendekap Di Dalam Sel

Kasus Video Pemukulan Oknum Terhadap Polantas, Serda Wira Saat Ini Sudah Mendekap Di Dalam Sel

Lajuberita –  Kasus video dimana seorang oknum memukuli seorang polantas kini sudah harus mendekap di bui, serda wira di jatuhkan sanksi. Awal mula memang sang oknum ini mengalami despresi setelah pulang dari papua. Hal ini juga sudah di akui oleh komandan korem wirabima brigjen TNI abdul karim.

 photo banner sony_zpsr5adkcro.gif

Berdasarkan pemaparan riwayat hidupnya oleh Abdul Karim, Serda Wira mulai menunjukkan kelakuan aneh sehingga divonis depresi oleh dokter di TNI AD setelah ditugaskan di Papua. “Pada tahun 2012 sampai 2013 ditugaskan di Papua‎. Sekitar akhir tahun 2013 pulang dan kemudian pada tahun 2014 sudah mulai sakit,” kata pria berbintang satu di pundaknya ini di Markas Detasemen Polisi Militer AD di Jalan Ahmad Yani, Pekanbaru, Jumat (11/8/2017) pagi.

Abdul Karim memaparkan, Serda Wira sejak SD sampai SMA tinggal bersama kedua orangtuanya di daerah Sorek, Kabupaten Indrgiri Hulu, Riau. Dia merupakan anak ketiga dari lima bersaudara. “Bapak dan ibunya bekerja di kebun sawit,” kata Abdul Karim.

Abdul menerangkan, Wira mendaftar sebagai anggota TNI pada 2010-2011. Setelah menjalani seleksi, Wira kemudian menjalani pendidikan di Aceh. Begitu lulus, Wira ditempatkan di Batalion 121 Macan Kumbang Sidikalang. Beberapa tahun di sana, tepatnya pada 2012 hingga 2013, Wira ditugaskan untuk ikut operasi di Papua.

“Pulang dari sini mulai sakit, ‎dan dipindahkan ke Korem Padang pada tahun 2015,” kata Abdul Karim. Pada 2016, anggota TNI itu dipindahkan ke Korem Wirabima Bukit Barisan di Riau. ‎Dia tidak mendapatkan jabatan karena dinilai tidak cocok lagi berada di satuan tempur.

“Makanya di sini (Korem) tak ada jabatan, tidak cocok lagi di satuan tempur karena sudah depresi,” ujar Abdul Karim. Nama Wira mendadak terkenal setelah videonya memaki, menampar Polantas, dan menedang sepeda motor Bripda Yoga, beredar luas di media sosial seperti Instagram dan Facebook.

Akibat ulahnya ini, anggota TNI itu ditahan di Markas Detasemen Polisi Milter Angkatan Darat di Jalan Ahmad Yani Pekanbaru. Dia dijemput dari rumah dinasnya pada Kamis malam, 10 Agustus 2017.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*