Fahri Ingatkan Jokowi Punya Musuh Politik

Laju Berita – Presiden Joko Widodo melempar pernyataan bahwa ada pihak yang memainkan isu penurunan daya beli masyarakat untuk kepentingan politik tahun 2019. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah punya pesan untuk Jokowi terkait hal ini.

 photo banner sony_zpsr5adkcro.gif

Ya Pak Jokowi jangan menganggap dia nggak punya musuh politik, salah juga dia menganggap orang tidak ingin berkuasa setelah dia, salah juga, ujar Fahri di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu.

Fahri menegaskan ada yang ingin menjatuhkan Jokowi saat ini dengan memakai isu-isu liar, termasuk soal penurunan daya beli masyarakat. Namun, Fahri memandang memang ada yang mengincar kursi Jokowi melalui Pemilu 2019 mendatang.

Kalau dia berfikir bahwa setelah 2019 nggak akan ada orang yang berminat dengan kursinya, itu salah juga. Pasti orang ada minat dan semua orang, terang Fahri.

Soal isu daya beli masyarakat yang turun, Fahri menyebut itu merupakan pernyataan dari jajaran kabinet. Fahri mengatakan daya beli masyarakat tak mengalami penurunan.

Bukan penurunan daya beli, tapi relokasi cara belanja karena perubahan lifestyle karena terjadi pertumbuhan belanja di sektor pariwisata dan kurang di sektor belanja-belanja sehari-hari. Ini omongan kabinet, ucap Fahri.

Makanya saya bilang hati-hati karena kabinet sendiri menjadi produsen dari berita berita hoax gitu, imbuhnya.

Jokowi bicara hal di atas dalam pidato penutupan Rapat Koordinasi Nasional Kamar Dagang dan Industri Indonesia 2017 di Ballroom Hotel Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa. Ratusan pengusaha berkumpul menyimak pidato Jokowi.

Jokowi memaparkan data-data. Misalnya nilai pertanian naik 23 persen dibanding tahun lalu. Entah nilai hasil pertanian, hasil nilai ekspor, atau nilai spesifik lainnya, Jokowi tidak menjabarkan lebih rinci. Nilai konstruksi terbilang turun dibanding tahun lalu soalnya Jokowi memang menurunkan pajak final.

Angka-angka seperti ini gimana? Masak angka-angka ini Anda nggak percaya? ujar Jokowi.

Angka-angka tersebut menunjukkan isu daya beli turun sebenarnya kurang tepat. Di sinilah Jokowi menyatakan sebenarnya pembikin isu ini sebenarnya adalah orang politik.

Angka-angka seperti ini kalau nggak saya sampaikan nanti isunya hanya daya beli turun-daya beli turun. Saya lihat yang ngomong siapa tho? Oh, orang politik. Ya sudah nggak apa-apa, kata Jokowi disambut tawa seisi ruangan.

Bila saja yang mengembuskan isu itu adalah pebisnis, Jokowi tak akan keberatan untuk mengajak berdiskusi. Tapi karena yang mengembuskan isu itu adalah orang politik, Jokowi memaklumi dan membiarkan saja.

Orang politik tugasnya seperti itu kok, membuat isu-isu untuk 2019. Sudah, kita blak-blakan saja. Orang 2019 tinggal setahun, kata Jokowi santai, semua tertawa.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*