Jokowi Tegur Soal Mandeknya Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Laju Berita – Presiden Joko Widodo kembali menegur soal perkembangan terkini proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Dalam rapat yang digelar di Istana Negara Selasa kemarin, Jokowi menginginkan Indonesia tidak ketinggalan dengan negara lain terkait pembangunan transportasi massal yang canggih.

 

Rapat kemarin dihadiri oleh berbagai pihak yang secara langsung dan tidak langsung terlibat dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, antara lain Menteri BUMN Rini Soemarno, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, hingga Direktur PT Kereta Api Indonesia Edi Sukmoro juga ikut dalam rapat tersebut.

Membandingkan negara lain, Jokowi menegaskan Indonesia jauh tertinggal dalam pengembangan transportasi massal.

 photo banner sony_zpsr5adkcro.gif

Kita baru saja berbicara masalah high speed train tapi negara lain sudah bicara hyperloop. Oleh sebab itu kita jangan kehilangan momentum dan terkait dengan High Speed Train, ungkap Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat.

Hyperloop sendiri merupakan sebuah teknologi yang tengah dikembangkan oleh perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Space X, milik Elon. Hyperloop adalah moda transportasi berbentuk tabung yang memiliki kecepatan hingga 500 km/jam.

Kapsul-kapsul ini akan meluncur dalam tabung panjang yang punya fungsi seperti rel kereta api ke tujuan-tujuan yang telah ditentukan. Teknologi ini memungkinkan persinggahan dari titik A ke titik B, tak ada perhentian di stasiun-stasiun kecil seperti kereta.

Chaiman Hyperloop Bibop G. Gresta mengatakan, pihaknya telah melakukan pembicaraan dengan sejumlah partner lokal di Indonesia untuk mewujudkan Hyperloop.

Pada Maret 2017, Bibop juga mengaku telah melakukan penandatanganan di Kementerian Perhubungan yang disaksikan oleh Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

Sebelumnya, dalam rapat di Istana Kepresidenan, Bogor. Jokowi sudah mengungkapkan kekesalannya lantaran proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang sudah dimulai sejak dua tahun lalu sampai saat ini pembangunannya belum juga terlihat.

Kita mau membangun kereta api cepat jarak hanya 148 kilometer saja sampai sekarang belum mulai, ributnya sudah 2 tahun. Debat, ramai, baik atau enggak baik. Sama seperti waktu kita bangun MRT ramainya itu 26 tahun. Sudah direncanakan 26 tahun, ramainya, kata Jokowi kala itu.

Jokowi menambahkan, tujuan pemerintah membangun banyak infrastruktur dikarenakan untuk mengintegrasikan daerah satu dengan yang lainnya. Apalagi, negara-negara tetangga telah banyak yang menyalip Indonesia dalam hal pembangunan infrastruktur.

Ya kalau berhitung bisnis pasti rugi ya namanya transportasi masal seperti itu. Kalau hitungannya bisnis. Kalau kalau hitungannya ekonomis atau tidaknya, benefitnya bagi negara apa. Ya pasti untung. Setiap tahun kita rugi hilang yang kita Rp 27 triliun di Jakarta karena macet, jelasnya.

Jokowi menegaskan, disiplin dalam bekerja perlu ditingkatkan lagi, bahkan menjadikan ketertinggalan pembangunan di Indonesia oleh negara-negara tetangga sebagai modal mengejar ketertinggalan tersebut.

Mereka sudah berbicara masa depan dan jangkauan visi sangat panjang, sudah berbicara mengenai mobil Tesla, mobil fantasi masa depan. Kita masih terjebak pada urusan debat. Saling menyalahkan saling menjelekkan, saling menghujat.

Sekitar dua kali dalam waktu yang berdekatan Jokowi meluapkan kekesalannya lantaran pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung tak terlihat wujud fisiknya.

Bahkan sampai saat ini pinjaman tahap pertama proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sebesar US$ 1 miliar atau Rp 13 triliun dari total US$ 5,9 miliar tak juga terlihat.

Direktur Utama PT Wijaya Karya Tbk, Bintang Perbowo, saat ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, lalu mengungkapkan pinjaman tahap pertama tersebut akan cair akhir bulan ini.

Tahap awal US$ 1 miliar akhir bulan, kata Bintang kala itu.

Pencairan pinjaman tahap pertama senilai US$ 1 miliar akan diberikan setelah beberapa kelengkapan administrasi dipenuhi.

Kita tinggal menyerahkan yang sudah kita penuhi. Kita kasih dia, submit, baru, kata Bintang.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*