Cak Imin Klaim Jokowi Oke Tolak Sekolah 8 Jam 5 Hari

Laju Berita – Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengatakan telah menemui Presiden Joko Widodo untuk menyampaikan aspirasi terkait penolakan atas kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy tentang sekolah 8 jam selama Senin-Jumat. Muhaimin alias Cak Imin mengatakan Jokowi menerima aspirasinya.

Beliau selalu menjawab oke-oke. Tapi tampaknya menterinya masih jalan terus, kata Cak Imin di The Acacia Hotel, Jakpus, Senin.

PKB bukan tanpa alasan kuat menolak aturan yang tertuang dalam Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 ini. Menurutnya, Mendikbud mesti menilik sejarah soal seberapa pentingnya peran santri dalam membangun bangsa. Aturan sekolah 8 jam ini disebut akan mengurangi eksistensi madrasah dan pondok pesantren.

PKB, NU, semua komponen pesantren menolak karena tak menghargai kerja keras yang tanpa ditopang negara selama ini. Kita minta dicabut permendikbud yang menyeragamkan. Biarkan sekolah berbeda mengambil kebijakan full day school masing-masing.

Masing-masing bisa mandiri, jangan diseragamkan, Jakarta boleh diterapkan, daerah yang lain tidak boleh. Dengan cara itu, madrasah yang sudah berabad-abad di Indonesia ini mampu membangun karakter dapat terjaga, Cak Imin.

Selain itu, Cak Imin menuturkan guru-guru di madrasah bekerja dengan ikhlas. Dia menyebut ada guru yang hari ini masih dibayar Rp 50 ribu per bulan, bahkan ada yang kerja tanpa pamrih. Nilai kebaikan tersebut, katanya, jangan sampai hilang tertelan kebijakan Muhadjir.

Guru-guru madrasah diniyah selama ini masih ada yang satu bulan Rp 50 ribu, malah tak digaji. Nilai keikhlasan itu jangan dirusak, jangan dihancurkan dengan cara pikir sekolah biaya mahal. Beberapa bupati PKB men-support meningkatkan honor madrasah diniyah, meningkatkan sarana-prasarana, tidak memberangus, pungkasnya.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*