Bicara Soal Aksi Bela Rohingnya , Amien Rais menyebutkan Istilah Cebong dan PKI

Bicara Soal Aksi Bela Rohingnya , Amien Rais menyebutkan Istilah Cebong dan PKI

Lajuberita – Setelah Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Majelis Kehormatan PAN Amien Rais, Presiden PKS Sohibul Iman juga berorasi di Aksi Bela Rohingya 169. Sohibul mengingatkan agar solidaritas ke Rohingya tidak membawa konflik di Myanmar ke Indonesia. Saat memulai orasi, Sohibul menyanjung pidato Prabowo dan Amien Rais. Dia mengaku sampai menangis mendengar orasi kedua tokoh itu.

Saya membayangkan mereka berdua orang beruntung bisa diselamatkan Allah. Dan tiba di negeri ini, negeri yang insyaallah menjunjung perdamaian, yang selalu memiliki gotong royong,” kata Sohibul di depan massa aksi di depan Patung Kuda. Sohibul membicarakan perjuangan etnis Rohingya yang berusaha bertahan hidup di tengah konflik di Rakhine, Myanmar. Banyak korban tewas akibat
kekerasan tersebut.

 photo banner sony_zpsr5adkcro.gif

Sekarang ini muncul kosakata baru, yaitu yatim-piatu dunia. Banyak orang Rohingya hari ini tidak memiliki ayah-ibu, tempat tinggal tidak punya, dan terusir dari tanah leluhur mereka,” kata Sohibul. Mereka balita, anak-anak, orang tua, semua hari ini telah menjadi yatim-piatu dunia. Menghadapi yatim-piatu, sesungguhnya rasa kemanusiaan kita sudah pasti tergugah,” sambungnya. Menurut Sohibul, adalah wajar menunjukkan solidaritas untuk para pengungsi Rohingya. Namun itu perlu dilakukan dengan akal sehat dan tidak berakhir dengan merugikan bangsa sendiri.

Kita tidak boleh memindahkan konflik yang ada di Myanmar kemudian menciptakan konflik di negeri ini. Kita membereskan konflik di sana tapi kita membuat masalah di negeri kita tercinta ini, ini tidak dibenarkan,” sebut Sohibul. Tidak sesuai dengan semangat Alquran dan semangat Islam rahmatan lil alamin,” tambah dia. Permasalahan kita dalam membangun negeri terbentur satu hal, tidak ada uang. Mengapa? Karena kekayaan, uang kita, emas kita, perak kita, minyak kita, batu bara kita digotong ke luar negeri secara terus-menerus,” urainya.

Amien juga menyoroti soal permasalahan PKI. Dia mengomentari adanya instruksi TNI kepada tiap satuan untuk menggelar nobar film G30S/PKI bersama para prajurit. Terus terang tadi pagi saya gembira karena TNI AD ada meminta film PKI diputar lagi. Jadi mereka yang petentang-petenteng berusaha membangun PKI insyaallah akan berurusan dengan TNI,” papar Amien. Di negeri ini ada yang mengelabui masyarakat (dengan mengatakan) ‘komunisme sudah tidak ada, kenapa takut’,” sambungnya.

Amien menegaskan membela kepentingan bangsa Indonesia harus dilakukan secara konstitusional, bukan dengan kekerasan. Kalau mentok, kita jihad. Kalau Islam cinta damai, tapi dituduh macam-macam. Karena itu, lebih bagus kalau diajak main keras, kita masuk surga, kita jihad. Tapi kalau si cebong-cebong itu tidak percaya akhirat, kalau mati, tentu digelandang ke neraka,” ucap Amien.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*