Alasan Anies-Sandi Alokasikan Dana Tanah Rp 800 M untuk DP Rp 0

Alasan Anies-Sandi Alokasikan Dana Tanah Rp 800 M untuk DP Rp 0

Alasan Anies-Sandi Alokasikan Dana Tanah Rp 800 M untuk DP Rp 0

Dalam APBD DKI Jakarta, terdapat anggaran Rp 800 M untuk pengadaan lahan DP Rp 0. Padahal, dalam janji kampanye Anies-Sandi mengaku akan memakai lahan pemda.

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur dan wakil Gubernur Anies-Sandi, terdapat anggaran Rp 800 miliar, tepatnya Rp 799 miliar untuk pengadaan lahan.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota, Agustino Darmawan, menyatakan, anggaran pengadaan lahan sebesar Rp 799 miliar digunakan untuk rumah susun sederhana sewa (rusunawa) dan program rumah dengan uang muka atau down payment (DP) Rp 0.

“Itu program untuk baik yang DP 0%, maupun yang untuk Rusunawa, kan harus berimbang. Rusunawa kan masih banyak juga yang ngantri di kita, yang MBR (masyarakat berpenghasilan rendah). Jadi harus seimbang,” katanya saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Kamis (23/11/2017)

Hal ini menimbulkan pertanyaan. Karena, sebelumnya pasangan Anies-Sandi scara tegas mengatakan bahwa program DP Rp 0 akan menggunakan cadangan lahan milik Pemda DKI yang tak dimanfaatkan maksimal.

Lantas kenapa sekarang ada anggaran pengadaan lahan untuk program DP Rp 0?

Agustino mengatakan, anggaran itu dikeluarkan karena ketersediaan lahan milik Pemprov DKI di unit perumahan sudah hampir habis. Oleh sebab itu dibutuhkan dana pengadaan lahan tersebut.

“Kesediaan tanah kita yang ada di dinas perumahan sudah hampir habis. Karena waktu 2016 kita banyak sekali membangun rusun tower,” katanya.

Lebih lanjut Agustino juga menegaskan, bahwa anggaram tersebut juga digunakan Pemda DKI untuk penyediaan rusunawa bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Sebab, masih banyak MBR yang membutuhkan rusunawa tersebut.

“Tapi yang jelas kalau kita masih ada 12.000 kepala keluarga (KK) yang masih harus dipenuhi, yang tercatat yang sudah memohon untuk rusunawa. Jadi kalau 12.000 KK itu berapa yang harus kita bangun, jangan-jangan dengan anggaran itu malah bisa kurang,” pungkasnya.

Sumber Berita : Detik. Com

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*