Home » BERITA AHOK » Tangisan Ahok Di Sidang Perdana, Bagaimana Tanggapana Kalian??

Tangisan Ahok Di Sidang Perdana, Bagaimana Tanggapana Kalian??

ahok-sedih

LAJUBERITA – Hari ini saya banyak melihat tulisan kawan-kawan saya yang berusaha menafsirkan tangisan Ahok ketika ia membacakan Nota Keberatan Sidang Perdananya soal Kasus Penista Agama itu.

Saya sangat bangga mereka!

Bergerilya menulis imajinatif,

seakan-akan iba tetapi meraba.

seakan-akan tahu tapi menipu.

seakan-akan bangga tapi menduga.

seakan-akan menguatkan tapi menjatuhkan.

itulah kawanku.

Saya teringat dengan kata-katanya Voltaire “Aku mempertahankan pendapatku, aku juga mempertahankan hakmu untuk berbeda pendapat denganku”.

Dear Kawan!

Saya ingin mengajak kita semua melihat kedalam…Berfikir kritis dan konsruktif bukan fiktif.

seputar kasus Ahok yang bergulir sekarang paling tidak ada 2 sikap, yaitu; Mendukung dan Menentang. bagi yang menentang Ahok punya satu dari beberapa alasan yaitu; Ahok menistakan al-Qura’an (agama), memihak kapitalis melalui rencana reklamasi, Pemimpin kafir, melakukan penggusuran secara paksa, arogan, tidak santun, dll.

Dan bagi yang pro dengannya juga punya satu dari beberapa alasan yaitu; pejuang anti korupsi, Tegas, berhasil mengatur DKI Jakarta, menjamin toleransi beragama, Indonesia diapresiasi dunia karena dapat memilih Gubernur dari kelompok minoritas, dll.  Menurut saya 2 sikap itu sama-sama kuat dan beralasan.

Ini adalah bukti dari sebuah dialektika yang mencerminkan meningkatnya daya kritis dan kreativitas masyarakat.  Ini adalah sebuah fenomena yang dinamis dan relatif yang tak pantas dijadikan sebagai doktrin statis, masyarakat kita sudah pada cerdas dan tanggas dalam menentukan pilihannya.

Selama tidak ada bocoran dari langit, tak perlu lah bersikukuh memaksakan orang lain untuk mendukung pendapat pribadi atau kelompokmu.  Mari berlomba menurunkan suhu politik dan menikamati pendapat masing-masing seraya mempercayakan kasus Ahok ini kepada lembaga peradilan.

Biarlah penegak hukum menyelesaikan semuanya sesuai prosedur yang berlaku tanpa direkayasa.  Bukankah Umat Muslim juga diperintahkan oleh Tuhannya dalam QS. Al-Maidah: 8 “Hai orang-orang beriman! Hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil.

Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorongmu untuk berlaku tidak adil. Berlaku Adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”.  Tak perlu menyusun kata pedas, apalagi berjas jubah, bersongket surban, berbondong-bondong tahlilan & takbiran memohon bantuan Tuhan seakan-akan jadi korban. Just cool ya…..

Bagaimana Pendapat Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*