Home » NASIONAL » Gubernur KALTENG Tiru Duerte, Polisi Bunuh Bandar Narkoba Dapat 50 Juta

Gubernur KALTENG Tiru Duerte, Polisi Bunuh Bandar Narkoba Dapat 50 Juta

sugianto-sabran

LAJUBERITA – Tak ada yang membantah bahwa kejahatan narkoba memang berbahaya. Segala upaya dilakukan, berbagai instansi dikerahkan, namun tingkat kejahatan tetap tinggi. Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran, menempuh cara lain.

Sugian, sapaan Sugianto Sabran, mengagumi Presiden Filipina Rodrigo Duterte yang berani menembak mati penjahat narkoba. Menurut dia, terjangan timah panas ke pengedar bisa ditolerir. Bahkan tak apa bila pengedar itu tewas di tangan aparat yang berwenang.

“Saya dukung dan terinspirasi Presiden Duterte,” ujar Sugian saat berkunjung ke kantor detikcom, Jl Buncit Raya, Jakarta Selatan, Senin (7/11/2016). Sugian didampingi ajudan dan 3 staf.

Menurut Sugian, penegakan ala Duterte perlu diterapkan dalam kondisi hukum yang tak tegas seperti sekarang ini. Di Indonesia, “Narkoba ini kan pembunuh massal. Memang harus tembak di tempat. Tidak ada jalan lain lagi melawan para bandar,” tegas putera Dayak Ot Danum ini.

Sugian bahkan ingin petrus alias penembak misterius dimarakkan lagi. Sekadar diketahui, petrus terjadi di era Orde Baru. Saat itu, orang yang dinilai pelaku kriminal ditembak mati. Kejadian ini menerbitkan waswas penembakan tidak hanya menyasar pelaku kriminal tapi juga warga yang tidak bersalah.

Penembakan pengedar narkoba bukan wacana melainkan sudah dimulai di Kalimantan Tengah. Sugian memberi duit kepada aparat yang berhasil menembak pengedar narkoba. Dia mengaku sudah berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), Polda Kalteng, dan Danrem TNI setempat.

“Saya sudah perintahkan (ke aparat), ‘Tembak, Pak.’ Siapa (aparat) yang nembak maka saya kasih Rp 50 juta kalau (pengedar narkobanya) meninggal. Kalau kena kaki Rp 25 juta,” kata Sugian.

Bagaimana Pendapat Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*